eka_fajar
Ophiuchus, apa itu Ophiuchus? dan apa hubungannya dengan zodiak? Anda sudah mendengar tentang Ophiuchus ini? Kalau belum silahkan disimak, khususnya yang sering menggunakan ramalan zodiak untuk dijadikan referensi rencana hidup. Selain membaca artikel ini , disarankan untuk membaca pula Penjelasan Zodiak (Zodiac) agar semakin paham dan ngerti tidak bingung. Tapi yang jelas Ophiuchus bukanlah semacam Bakso Baiklah yuk kita bahas tentang penjelasan Ophiuchus lengkap.
Ophiuchus berkaitan dengan zodiak karena para ahli perbintangan dari Minnesota mengemukakan bahwa mungkin saat ini zodiak yang kita naungi salah. Selama ini banyak orang percaya bahwa hanya ada 12 lambang zodiak saja yaitu, Aries, Taurus, Gemini, Leo, Virgo, Scorpio, Libra, Sagitarius, Capricorn, Aquarius dan Pisces (sudah lihat ramalan bintang hari ini?). Dan adanya 12 lambang zodiak ini telah dipercaya selama 3.000 tahun berdasarkan susunan konstelasi perbintangan.
Namun ternyata masih ada lagi zodiak (red:baru) yang disebut Ophiuchus, zodiak ke-13 yang mungkin menaungi Anda. Dan ternyata zodiak baru ke-13 ini muncul bukanlah sensasi belaka. Konstelasi perbintangan Babylonia kuno menyatakan, saat ini posisi bumi bergeser, sehingga muncullah Ophiuchus.
Seperti dikutip dari abs-cbnnews, berikut ini tabel susunan 13 lambang zodiak baru:

No Zodiak Jangkauan Tanggal
1 Capricorn 20 Januari - 16 Februari
2 Aquarius 16 Februari - 11 Maret
3 Pisces 11 Maret - 18 April
4 Aries 18 April - 13 Mei
5 Taurus 13 Mei - 21 Juni
6 Gemini 21 Juni - 20 Juli
7 Cancer 20 Juli - 10 Agustus
8 Leo 10 Agustus - 16 September
9 Virgo 16 September - 30 Oktober
10 Libra 30 Oktober - 23 November
11 Scorpio 23 November - 29 November
12 Ophiuchus 29 November - 17 Desember
13 Sagitarius 17 Desember - 20 Januari
13 lambang zodiak baru diatas, rupanya tidak begitu saja dengan mudah dipercaya. Banyak orang menolak mengubah lambang zodiaknya, dan mempertahankan lambang zodiak lamanya yang terdiri hanya 12 seperti bahasan di Penjelasan Zodiak.
Yang agak membingungkan, pembagian 13 lambang baru ini rancu sekali sebab tanggal batas terakhir tabrakan, contoh, pada tanggal 20 Januari - 16 Februari Anda ditetapkan menaungi lambang Capricorn, tetapi sekaligus juga masuk naungan Sagitarius 17 Desember - 20 Januari. Jadi, yang lahir tanggal 20 Januari, bisa jadi bernaung di bawah Capricorn atau Sagitarius. Lalu bagaimana? Tanya pada ahlinya.. siapa? tauuu
Yang jelas akibat dari bertambahnya lambang bintang zodiak Ophiuchus ini terjadi pergeseran pada beberapa tanggal yang menyebabkan beberapa orang berganti zodiak, sebenarnya bagaimana sih? Lanjuuut mang...!
Lebih jauh tentang Ophiuchus
Ophiuchus Astrologi telah ada sejak ribuan tahun silam, lalu bagaimana tiba-tiab muncul ini pendatang baru? bagaimana bisa hal itu terjadi, baiklah kita simak dulu pengertian dari astronomi dan astrologi.
Perbedaan Astronomi dan Astrologi

Dua istilah ini mirip, lidah bisa keseleo mengucapkannya menjadi terbalik-balik, kajian ilmunya juga hampir sama, tetapi ada perbedaan di antara keduanya. Astronomi atau dikenal dengan ilmu bintang adalah ilmu yang mempelajari dan mengamati kejadian, wujud fisik di luar Bumi. Dalam hal ini adalah pergerakan benda-benda luar angkasa seperti planet, satelit, komet dan lain sebagainya.
Sedangkan ilmu Astrologi adalah ilmu yang menerjemahkan pergerakan benda-benda langit menjadi sesuatu yang berhubungan karakteristik manusia. Sejalan dengan perkembangannya, ilmu Astrologi dipercaya bisa membuka rahasia peruntungan dan nasib manusia. Mulai dari kesehatan, keuangan, percintaan dan lain sebagainya.
Sejarah Ilmu Astrologi
Nah kita harus tahu untuk masalah bintang baru si Ophiuchus ini termasuk dalam astrologi, bukannya astronomi. Ilmu perbintangan telah ada sejak ribuan tahun silam. Bangsa Babylonia dipercaya sebagai bangsa pertama yang menggunakan ilmu perbintangan sebagai Ilmu Astrologi. Pada awal kehadiran Astrologi, ada lebih dari dua belas rasi bintang yang akan digunakan sebagai zodiak, tetapi hanya dipertahankan dua belas rasi bintang sesuai dengan jumlah bulan pada penanggalan matahari. Nama yang dipergunakan bangsa Babylonia untuk kedua belas zodiak tersebut adalah Pisces, Spica, Praesepe, Pleiades, Gemini, Capricornus, Aquarius, Sagitarius, Libra, Scorpio, Leo dan Aries.
Jika sekarang Anda lebih mengenal Pisces, Virgo, Taurus, Cancer, Gemini, Capricorn, Aquarius, Sagitarius, Libra, Scorpio, Leo dan Aries, bangsa Yunani yang memiliki peran disini. Mereka mengubah nama zodiak yang diberikan bangsa Babylonia menjadi nama lain yang berhubungan dengan Dewa atau kisah pahlawan-pahlawan Yunani. Bangsa Yunani percaya bahwa setiap kisah pada nama-nama rasi bintang akan berpengaruh pada kehidupan seseorang. Nama-nama ini tentunya lebih kita kenal dibandingkan nama yang diberikan bangsa Babylonia.
Kenapa Muncul Ophiuchus?
Ophiuchus Nama rasi bintang ini tidak muncul begitu saja. Bangsa Babylonia telah mengenal Ophiuchus sebagai salah rasi bintang yang akan dimasukkan pada jajaran zodiak, tetapi nama Ophiuchus dihilangkan karena hanya 12 rasi bintang yang dipakai. Jika sekarang nama Ophiuchus muncul kembali dan menjadi perdebatan apakah akan digabungkan bersama 12 zodiak yang telah ada, ini disebabkan oleh temuan Astronom bahwa rasi bintang Ophiuchus terlihat semakin jelas. Tanpa bantuan alat Astronomi sekalipun, Anda bisa melihat rasi bintang ini sejelas 12 rasi bintang yang telah masuk dalam daftar zodiak.
Dengan adanya temuan ini, ahli Astrologi belum mencapai kesepakatan apakah Ophiuchus akan menjadi rasi bintang ke 13 dan menggeser beberapa tanggal kelahiran. Apakah berita ini benar adanya? Untuk info yang lebih lengkap, simak terus berita terbaru kami.
Lalu Bagaimana?
Ternyata... Anda tak perlu cemas. Ahli Astrolog Jeff Jawer dan Rick Levine sepakat bahwa Astrologi bersifat geosentris, yaitu sifat-sifat yang mengacu pada struktur alam semesta. Astrologi memang berasal dari ilmu Astronomi, tetapi perkembangannya tidak menjadikan ilmu ini sepenuhnya mengacu pada sistem rasi bintang yang ada.
Seperti diketahui, sejak awal kemunculannya, sistem rasi bintang memiliki puluhan jenis bentuk dan kemunculan pada bulan-bulan yang berbeda. Sedangkan zodiak hanya dibagi menjadi 12, sama banyak dengan jumlah bulan pada penanggalan matahari. Dengan demikian, tidak mungkin puluhan rasi bintang tersebut akan menjadi zodiak yang mewakili karakteristik dan peruntungan nasib seseorang seperti yang dipercaya oleh bangsa Babylonia dan Yunani.
Struktur dan posisi benda-benda langit selalu mengalami perubahan. Hal ini telah berlangsung selama ribuan tahun hingga sekarang. Walaupun rasi bintang Ophiuchus telah menunjukkan tanda semakin terang dan dapat dilihat tanpa bantuan alat Astronomi, tidak lantas menjadikannya bergabung bersama 12 zodiak yang telah ada. Kemunculan rasi bintang Ophiuchus yang semakin jelas akan bermanfaat untuk perkembangan ilmu Astronomi, tetapi tidak untuk ilmu Astrologi yang telah menerapkan pakem baku lebih dari 2000 tahun.
Kalau Anda sempat dipusingkan dengan perubahan zodiak akibat Ophiuchus, Anda tidak perlu cemas. Zodiak Anda tidak akan mengalami perubahan. Jika sebelumnya zodiak Anda adalah Virgo, maka Anda tetap berada pada naungan zodiak Virgo.
eka_fajar
 

Meneruskan dari Legenda Sejarah Ramalan Shio versi 1, kali ini adalah versi beda untuk legenda shio, maksudnya ramalan shio. Jika pada versi sebelumnya mengisahkan tentang Kaisar Langit yang mengadakan lomba dimana pemenangnya ditentukan hanya 12 ekor yang akan diabadikan sebagai nama-nama tahun Cina, maka versi kedua tentu saja ada perbedaan.
Tapi sebenarnya versi kedua ini lebih mirip dongeng pengantar tidur, untuk disebut legenda, kurang tepat karena biasanya legenda akan dekat dengan kepercayaan pada dewa disuatu daerah dimana dewa tersebut benar-benar disembah, namun entahlah, yang jelas lumayan untuk referensi.
Langsung saja yuk kita simak.
Alkisah, pada jaman dahulu kala, hiduplah Dewa di puncak gunung yang berada di tengah pegunungan. Hari itu adalah 30 Desember, sehari sebelum tahun baru. Sang Dewa menulis surat kepada binatang-binatang seluruh negeri. Dewa yang telah selesai menulis surat-surat itu lalu meniupnya dari jendela. Surat-surat itu diterbangkan oleh angin, ke gunung, sungai, lembah, dan hutan, ke segenap penjuru.
Keesokan harinya, tanggal 31 pagi, para binatang menerima surat itu. Isinya seperti ini: Pada pagi hari di Tahun Baru, saya akan memilih binatang yang paling cepat datang kemari, dari nomor satu sampai nomor dua belas. Lalu setiap tahun saya akan mengangkat satu-persatu sebagai jenderal berdasarkan urutan. Tertanda, Dewa.
Para binatang menjadi bersemangat. Wah, kalau begitu, aku harus menjadi jenderal! Tetapi, ada seekor binatang yang tidak membaca surat ini, yaitu seekor kucing yang suka bersantai. Kucing mendengar tentang surat Sang Dewa ini dari tikus. Tikus yang licik berkata bahwa mereka harus berkumpul ke tempat Dewa pada tanggal 2 pagi, padahal seharusnya tanggal 1 3 pagi.
Oh Tikus, terima kasih atas kebaikan hatimu. Semua binatang bersemangat sambil memikirkan tentang kemenangan. Baik, besok pagi-pagi ya. Aku akan tidur cepat malam ini. Semua binatang tidur cepat. Tetapi, hanya sapi yang berpikir, Jalanku lambat, jadi aku akan berangkat malam ini.Maka berangkatlah sapi sebelum matahari terbenam. Tikus yang melihatnya lantas meloncat menaiki punggung sapi. Betapa menyenangkan! Sapi yang tidak menyadarinya terus berjalan dengan lambat. Mungkin aku jadi nomor satu. Moooo!
Keesokan harinya, para binatang berangkat sekaligus saat hari masih gelap. Anjing, monyet, harimau, ular, kelinci, ayam, domba, juga kuda, semuanya berlari menuju tempat tinggal Sang Dewa. Akhirnya matahari tahun baru mulai terbit. Yang muncul membelakangi matahari itu, pertama-tama adalah sapi.
Oh, bukan! Itu adalah tikus! Tikus melompat turun dari punggung sapi, lantas melompat ke hadapan Sang Dewa dengan cepat. Dewa, Selamat Tahun Baru! Oh, selamat! Selamat! Sapi merasa sangat kecewa. Mengapa? Moooo! Sapi menangis. Lalu berturut-turut datanglah harimau, kelinci dan naga. Binatang-binatang lainnya tiba susul-menyusul.
Akhirnya, tibalah waktu pengumuman urutan pemenang oleh Sang Dewa. Saudara-saudara sekalian, selamat datang. Sekarang saya akan mengumumkan hasilnya. Nomor satu tikus. Dilanjutkan dengan sapi, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, ayam, anjing, dan babi hutan. Dengan demikian, telah ditetapkan 4 pemenang nomor satu sampai nomor dua belas! 12 ekor binatang yang terpilih ini disebut 12 Shio Binatang.
Kedua belas shio binatang itu mulai berpesta pora dengan minuman keras sambil mengelilingi Sang Dewa. Mari minum! Naga dan harimau juga bersuka ria. Kelinci dan tikus juga bekata, Mari minum! Saat itu kucing datang berlari-lari dengan wajah yang marah dan menakutkan. Tikus!!! Kenapa kamu menipuku! MEONG!!! Aku akan menangkap dan memakanmu. Sini!!!Tikus berlari terbirit-birit. Kucing berputar-putar mengejarnya.
Pesta itu amat ramai. Sejak saat itu, mulailah era 12 shio binatang. Mulai dari tahun tikus, lalu sapi, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, ayam, anjing, dan babi hutan. Kucing yang tidak termasuk dalam 12 shio binatang karena ditipu tikus, sampai sekarang pun masih berputar-putar mengejar tikus. Ia masih marah akan tipuan tikus.
Demikianlah cerita legenda shio versi kedua, hmmm keknya hanya dongeng untuk mengantar anak-anak ke alam mimpi nih... Untuk sekelas legenda, masih lebih berbobot Sejarah ramalan Zodiac
aytafornaraindream.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

_
Valentine's day help select